Pada musim kemarau dengan kabut asap, masyarakat perlu mewaspadai ISPA dan diare. Kabut asap terutama dapat mengiritasi saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, sedangkan diare lebih berkaitan dengan kebersihan tangan, makanan, dan air yang dikonsumsi.
1. Apa itu ISPA?
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, seperti hidung, tenggorokan, bronkus, hingga paru-paru. Penyebabnya dapat berupa virus maupun bakteri. Paparan polusi dan kabut asap dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk keluhan.
Gejala ISPA antara lain:
- Batuk
- Pilek atau hidung tersumbat
- Sakit tenggorokan
- Demam
- Bersin
- Sakit kepala
- Badan lemas atau mudah lelah
- Sesak atau sulit bernapas pada kondisi yang lebih berat.
Cara mencegah ISPA saat kabut asap:
- Kurangi aktivitas di luar rumah ketika asap pekat.
- Gunakan masker saat harus keluar rumah.
- Hindari asap rokok dan aktivitas yang menghasilkan asap.
- Tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.
- Minum cukup air putih.
- Terapkan PHBS dan rajin mencuci tangan.
- Segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan bila mengalami sesak napas atau keluhan yang memburuk.
2. Apa itu diare?
Diare adalah kondisi ketika seseorang BAB lebih sering dari biasanya dengan tinja yang cair atau encer. Diare sering disebabkan oleh infeksi yang dapat menyebar melalui air atau makanan yang tercemar serta tangan yang tidak bersih.
Gejala diare antara lain:
- BAB cair/encer dan lebih sering
- Mulas atau kram perut
- Mual dan muntah
- Lemas
- Dapat mengalami tanda kekurangan cairan (dehidrasi), terutama pada bayi dan anak.
Cara mencegah diare:
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan dan setelah BAB.
- Minum air yang aman dan bersih.
- Masak makanan sampai matang.
- Cuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi.
- Jaga kebersihan peralatan makan.
- Simpan makanan dan minuman dalam keadaan tertutup.
- Gunakan jamban yang sehat dan tidak BAB sembarangan.
Pesan kesehatan saat musim kemarau dan kabut asap
“Lindungi kesehatan keluarga: kurangi paparan kabut asap, gunakan masker, perbanyak minum air putih, jaga kebersihan tangan dan makanan, serta segera ke Puskesmas apabila mengalami keluhan kesehatan.”
Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih terhadap kabut asap antara lain bayi dan balita, ibu hamil, lansia serta orang dengan penyakit paru atau jantung.